Nathan, mereka bilang kau bagai neraka.
Rabu, 23 Januari 2013
Focus
Nathan...
I can't wait you anymore..
I must didn't do that before
I must moving
Nathan..
I can't look at you anymore..
Walaupun mereka datang mengulurkan tangannya padaku. Menyapaku dengan manis dan lembut, aku tak bergeming. Mataku terus tertuju padamu, Nathan.. Bagai kau adalah suatu titik yang menyedotku kedalam. dalam sekali. Sehingga aku tersesat dan kebingungan. Tak menemukan petunjuk yang jelas. Bahkan darimu. Akhirnya akupun kehabisan nafas dan kesesakan. Tapi pernahkah kau melihat itu, Nathan? Tidak pernah kan? Tentu saja. Kau dengan dagumu yang selalu terangkat itu tak kan mau menunduk sedikitpun.
Langganan:
Postingan (Atom)