Rabu, 23 Januari 2013

Neraka

Nathan, mereka bilang kau bagai neraka.

Focus

Nathan...
I can't wait you anymore..
I must didn't do that before
I must moving

Nathan..
I can't look at you anymore..


Hari ini hari yang biasa-biasa saja. Aku pergi ke sekolah, belajar, melihat kamu.. ya seperti hari-hari biasanya. tapi tahukah, Nathan? Melihatmu saja rasanya sakit bagiku,Than.. Entah karena aku bodoh atau apapun, tapi kamu sudah men-skakmat ku dengan baik. aku sudah terjatuh karenamu. Aku tak semudah itu jatuh, kau tahu kan? Tapi kamu. Dengan segala alasan yang tak kuketahui, membuatku mencintaimu dengan jalan yang menyiksa batinku. Diam.

Walaupun mereka datang mengulurkan tangannya padaku. Menyapaku dengan manis dan lembut, aku tak bergeming. Mataku terus tertuju padamu, Nathan.. Bagai kau adalah suatu titik yang menyedotku kedalam. dalam sekali. Sehingga aku tersesat dan kebingungan. Tak menemukan petunjuk yang jelas. Bahkan darimu. Akhirnya akupun kehabisan nafas dan kesesakan. Tapi pernahkah kau melihat itu, Nathan? Tidak pernah kan? Tentu saja. Kau dengan dagumu yang selalu terangkat itu tak kan mau menunduk sedikitpun.